BOOK
NOW!!!

Ronde Jago Salatiga

Salah satu keunggulan Salatiga adalah kekhasan kulinernya. Kota kecil nan sejuk ini mempunyai beberapa icon kuliner, seperti: bakso ABC, gethuk kethek (monyet), enting-enting gepuk dan Ronde Jago. Untuk kali ini saya hanya menyajikan Ronde Jago sebagai oleh-oleh dari kota di kaki Gunung Merbabu. Jika anda di Salatiga ketika malam menjelang, dan udara sejuk menyapa kulit, cobalah untuk menikmati Ronde Jago. Dijamin kehangatan akan menyertai anda melalui malam yang dingin. Ronde Jago berada di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di belakang pasar Salatiga. Tepatnya di seberang jalan depan Hotel Wahid. Lokasinya sembunyi di balik bangunan pasar. Bagi yang belum biasa, tentu agak sulit menemukannya. Meski didepan gang, ada neon box yang menjadi tanda. Tempatnya yang tersembunyi ini konon karena pemiliknya tertipu. Dulunya, warung ronde ini tepat menghadap jalan. Karena diberitahu bahwa jalan akan dilebarkan, maka sang pemilik menyerahkan lahannya dan memundurkan warungnya. Eh…bukan jalan yang diperlebar…namun bangunan kios pasar yang muncul. Jadilah sekarang posisinya tersembunyi di balik kios-kios pasar. Namun, meski tersembunyi, pelanggannya tidak berkurang. Bahkan Mas Bondan Mak Nyuss, Mas Doyok dan beberapa selebritis meninggalkan kesannya di warung ini. Nama Jago sendiri berhubungan dengan sejarahnya. Warung Ronde yang sudah buka sejak tahun 1964 ini dulunya buka bersama dengan distributor Jamu Jago. Maka jadilah namanya menjadi Ronde Jago. Lodong (stoples) tua masih digunakan untuk menyajikan jajanan yang bisa kita nikmati saat menyeruput ronde. Ting-ting kacang khas Salatiga adalah salah satunya. Jadi, jangan lupa untuk mencobanya saat dikau melintas di Salatiga. Sumber : baltyra.com

Topeng Tumenggung atau Patih
Menggambarkan manusia yang sudah menginjak dewasa dan telah menemukan jati dirinya. Sikapnya tegas, berkepribadian, bertanggung jawab dan memiliki jiwa korsa yang Paripurna.